Rabu, 08 September 2021
Merajut Ikhlas, membingkai Kenangan
Senin, 06 September 2021
Untaian RidhoMu
Allah, jadikan setiap harap agar tak berlebihan.
Agar setiap rasa selalu dalam kadarnya.
Dan agar setiap cinta tetap terbingkai dalam niatnya.
Pagi itu, aku memutuskan menghadiri tempat itu. tempat yang sudah lama ku jauhi. tempat cinta dan kecewa melebur dalam rintik. sudah sejak subuh aku mempersiapkan diri. menyiapkan pakaian yang indah untuk ku pakai, riasan yang cantik namun alami, juga tak lupa menyiapkan hati atas berbagai hal tak terduga yang mungkin akan terjadi.
aku mengunci ponselku, memasukkannya ke dalam ransel, kemudian bersiap pergi menuju gedung itu. tidak banyak yang aku harapkan saat itu. hanya sekedar ingin merajut kembali apa yang hampir terputus.
soal hati, aku sudah mengemasnya rapi. tidak lagi ingin membukanya untuk siapapun. entah sampai kapan.
pukul 8 pagi aku sudah tiba disana. baru ada beberapa orang yang datang. ada beberapa yang tak percaya kehadiranku. mungkin karena sudah terlalu lama menghilang ya....
aku menatap mereka satu persatu, mengucapkan salam kemudian memilih posisi duduk ternyaman, sebelum acara dimulai. tak banyak wajah yang aku kenal. karena semuanya memang sudah berubah dan berbeda.
aku ingat, terakhir kali aku berada dalam acara ini. senyuman dan kehangatan yang masih aku simpan rapi sampai saat ini. senyuman yang ternyata menjadi momen terakhir kalinya aku bisa merasai itu semua.
Sabtu, 19 Juni 2021
Kupu-kupu Cinta
Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi, untuk warna warna hati.
Ruang ruang jiwa, hanya untuk maha kuasa.
Syair syair cinta, tercipta karena Dia.
Kupu-kupu cinta, terbanglah tinggi menuju jalanNya.
Hinggaplah engkau dibunga yang indah.
Terbang bersama hembus angin cinta.
Ya Ilahi Rabbi,
Tiada lain hanyalah namaMu.
Satukan cinta ini dalam bingkai, untaian RidhaMu.
Sigma - Kupu kupu cinta
Minggu, 30 Mei 2021
Tidak Perlu
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Aku sudah membaca semuanya dari wajahmu.
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Aku sudah mendengarnya melalui bisikan angin.
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Aku sudah mengetahuinya dari gemericik hujan.
Nyanyian cemara, dan senandung jalanan yang merindukan kebersamaan.
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Karena aku sangat memahami diriku,
Seperti kamu memahami dirimu.
Tidak Perlu.
Cahaya Mata,
31 Mei 2021
Diantara
Diantara ragu dan yakin,
Aku melihat bayanganmu terbit dalam senyuman manis.
Diantara ragu dan yakin,
Aku melihat sosokmu dalam buaian mimpi indah dimalam hari.
Diantara ragu dan yakin,
Aku melihat dirimu hadir untuk meyakinkan raguku.
Diantara ragu dan yakin,
Aku menantimu datang, menghapus segala keraguan.
Mencipta jejak,
Menapak sayap.
Sakinah bersamamu.
Cahaya Mata,
31 Mei 2021
Senin, 24 Mei 2021
Mau Sampai Kapan?
Mau sampai kapan kita saling berdiam?
Membentangkan jarak dalam ruang abai....
Menepi pada ruang kosong bernama "prasangka"
Kita telah sama-sama ditikam detak.
Kita telah sama-sama dibungkam nada.
Mau sampai kapan kita saling berselisih?
Memerangi Ego yang tak juga lenyap dalam keimanan.
Menundukkan Api yang tak juga padam dalam hangatnya dekap.
Mau sampai kapan kita saling merasa benar?
Mengabaikan cermin diri yang seharusnya kita lihat setiap hari.
Melupakan jejak ingatan dalam indahnya kebersamaan.
Mau sampai Kapan?
Cahaya Mata,
25 Mei 2021
Rabu, 19 Mei 2021
Bismillah Cinta
Tak dapat lagi ku lukis rasa.
Ramadhan yang indah kini tlah tiba.
Bulan penuh berkah, rahmat dari Allah.
Meski dalam suasana berbeda.
Cobaan demi cobaan melanda.
Kita bersama namun tak lagi sama.
Jarak memisahkan, semua tlah berbatas.
Ini ujian bagi kita.
Bismillah cinta, percaya padaku percaya cinta.
Yakin kita bisa lalui semua.
Segala cobaan yang datang mendera.
Bismillah cinta.
Panjatkan doa pada yang kuasa.
Bersujud padaNya dengan air mata.
Insya Allah Ramadhan membawa hikmah.
Penawar Rindu
Angin sampaikan pesan ini Biar rindu berbisik kepada hati Dulu kasih indah berlayar menepi Apakah bisa kembali bersenadi Apakah ada cinta se...
-
Ketika kita menjadi kata, Langit Abu. Senja bisu. Ketika kita menjadi kata, Senyum semu, Tawa lara. Ketika kita menjadi kata, Hatimu, Hatik...