Rabu, 19 Mei 2021

Seluruh Cinta

Menatap kepergian dirimu. 

Meratap menangis sedih tak tertahan. 

Terbayang saat bersama,  lewati masa terindah. 

Saat kau memelukku,  tuturkan cinta. 


Kaulah seluruh cinta bagiku. 

Yang selalu menentramkan perasaanku. 

Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya. 


Kau bagaikan nafas ditubuhku.

Yang selalu menghidupkan segala derapku. 

Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama. 


Tak sanggup ku memikirnya lagi. 

Habis separuh nyawaku tangisimu. 

Tiada lagi bait terindah,  

Terdengar merdu terucap. 

Merayu menyanjungku,  tenangkan jiwa


Kaulah seluruh cinta bagiku

Yang selalu menentramkan perasaanku. 

Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya. 

Kau bagaikan nafas ditubuhku. 

Yang selalu menghidupkan segala derapku. 

Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita bersama. 


Karena cinta yang setulus cinta. 

Tiada yang sanggup gantikan dirimu. 

Tiada rasa seindah kasihmu. 

Tiada yang mampu temani diriku. 

Selasa, 27 April 2021

Andai Kita

 Menyelami segalanya perlahan,

Sebelum akhirnya melebur dalam kepingan rintik.

Gugur dalan serpihan batu prasangka.

Dulu dan sekarang sudah menjadi masing-masing.

Bilakah mungkin bersinggungan,

Mungkin akan tercipta gempa juga badai dengan merasa saling benar.

Kita telah sama-sama ditikam perasaan, namun enggan saling bercermin.

Kita telah sama-sama lupa pada Erat dan Genggam 

yang katanya kemarin menjadi slogan paling nyaring dalam Semesta Ukhuwah.


Ketika rindu ini diam-diam terbunuh cuaca.

Kita terhanyut dan memilih mati dalam keegoisan.

Andai kita mau saling mendengarkan,

Andai kita mau saling memahami lebih dalam.

Andai kita mau saling menatap lebih lama, bercengkrama lebih hangat, dan berangkulan lebih bijak.

Andai....


Senin, 12 April 2021

Kilas Balik

 Memang banyak sekali yang berubah.

dan tidak sedikit pula yang berganti arah.

kemarin mengajari arti tentang keyakinan, kepercayaan, saling mendoakan, 

saling memahami dan menghargai, serta mengutamakan tabayun atas setiap hal yang diketahui.

Semesta, skenarioMu ingin menunjuki ku sesuatu yang lebih berharga dari sekadar bersama.

Semesta, jalan takdirMu membuka mata hatiku untuk mempercayai apa yang sebenarnya.

bukan hanya dari segala yang terlihat benar.


Semesta, mungkin rindu ini keliru.

tapi ia punya tempat istimewa.

untuk merasa bahagia, seperti dulu....



Cinta yang diuji

 Gemuruh mengguncang tautan cinta. 

Berdesah hati remuk redamkan rasa. 

Tatkala cinta diuji yang kuasa. 


Dapatkah ku lalui semua coba. 

Berkecamuk beribu rasa di dada.

Tuhan kuatkan ku dengan cinta. 


Tak akan pernah sirna rasa cintaku. 

Ku pertahankan hingga akhir hidupku. 

Walau halangan ujian yang menerpa. 

Telah memberi jarak pada kita. 


Cinta yang diuji kan semakin indah. 

Disaat semua terlalui sudah. 

Kan bertambah dalam rasa cinta. 

Bersama kita selami karuniaNya.... 

Kamis, 18 Februari 2021

Gelap

 Cahaya,. 

Aku mau bicara. 

Bisakah beri aku sedikit petunjuk.

Tentang segala abu dan sembunyi. 

Tentang segala benar dan keliru. 

Cahaya, 

Aku ingin mereka tau. 

Bahwa gelap selalu punya titik terang. 

Jika Allah berkehendak. 

Cahaya, 

Maafkan aku,  atas apa apa yang aku tidak tau. 

Atas segala sesuatu yang diluar kuasaku. 

Cahaya, 

Jika suatu hari nanti kabut juga rintik bertamu. 

Bisiki aku,  bahwa pelangi akan datang setelahnya. 

Matari akan berpijak, berselimut sayang hangat. 

Cahaya,

Jika keterdiaman ini menjadikan segalanya pudar.

Peluk aku,  agar sinarmu senantiasa menjelaskan segala. 


Cahaya Mata, 

19 Februari 2021


Rabu, 04 November 2020

Firasat

 Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu. 

Desau angin meniupkan namamu. 

Tubuhku terpaku semalam. 

Bulan sabit melengkungkan senyummu. 

Tabur bintang serupa kilau auramu. 

Akupun sadari,  ku segera berlari. 


Cepat pulang,  cepat kembali jangan pergi lagi... 

Firasatku ingin kau tuk cepat pulang,  jangan pergi lagi. 


Akhirnya bagai sungai yang mendambakan samudra... 

Ku tau pasti kemana kan ku bermuara.

Semoga ada waktu sayangku... 


Ku percaya alampun berbahasa. 

Ada makna dibalik semua pertanda. 

Firasat ini,  rasa rindukah ataukah tanda bahaya. 

Aku tak peduli. 

Ku terus berlari. 


Cepat pulang,  cepat kembali jangan pergi lagi.... 


Dan lihatlah sayang,  hujan turun membasahi.. 

Seolah ku berair mata... 

Senin, 19 Oktober 2020

Sekeping hati

 Sekeping hati dibawa berlari. 

Jauh melalui jalanan sepi. 

Jalan kebenaran indah terbentang. 

Didepan matamu para pejuang. 


Tapi jalan kebenaran,  tak akan selamanya sunyi. 

Ada ujian yang datang melanda. 

Ada perangkap menunggu mangsa.


Akan kuatkah kaki yang melangkah,  bila disapa duri yang menanti. 

Akan kaburkah mata yang menatap,  pada debu yang pasti kan hinggap. 


Mengharap senang dalam berjuang, bagai merindu rembulan ditengah siang. 

Jalannya tak seindah sentuhan mata. 

Pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba. 


Tapi jalan kebenaran,  tak akan selamanya sunyi. 

Ada ujian yang datang melanda. 

Ada perangkap menunggu mangsa... 


*Saujana*

Penawar Rindu

Angin sampaikan pesan ini Biar rindu berbisik kepada hati Dulu kasih indah berlayar menepi Apakah bisa kembali bersenadi Apakah ada cinta se...