Minggu, 19 Juni 2022
Bersuara
Rabu, 24 November 2021
Mengapa sebagian orang memilih untuk merahasiakan perasaannya?
mengapa sebagian orang memilih untuk merahasiakan perasaannya?
karena menjadi tidak tau adalah hal paling menenangkan dan tidak beresiko.
mengapa sebagian orang memilih untuk memendam perasaannya?
karena mereka tau betapa sakitnya mendapatkan jawaban yang tidak seperti apa yang mereka bayangkan.
mengapa sebagian orang memilih untuk menyayangi seseorang tanpa berharap apa-apa.
karena mereka pernah dijatuhkan berulang kali oleh ekspetasi yang begitu tinggi.
mengapa sebagian orang memilih untuk jatuh cinta diam-diam?
karena mereka paham betul, bahwa mendoakan adalah cara terbaik untuk kirim kasih sayang.
mengapa sebagian orang memilih untuk menyimpan perasaannya sendirian?
karena beberapa hal cukup sampai dirasakan, dan ga melulu harus disuarakan.
jadi, jangan salahkan ia yang menyimpan perasaannya untukmu.
jangan salahkan ketakutannya mendengar jawaban tidak darimu.
jangan salahkan kekhawatirannya akan keadaan yang bisa berubah kalau ia mengutarakan semuanya padamu.
jangan salahkan perasaannya yang ia sendiripun tidak pernah menginginkan nya untuk dihadiahkan padamu.
kamu, orang yang mungkin juga sedang mendengar ini.
orang yang selama ini mencari padahal ada yang sudah berdiri tepat dihadapanmu.
gpp, lagipula ia sudah memilikimu dalam hati tanpa perlu kamu ketahui.
Rabu, 08 September 2021
Merajut Ikhlas, membingkai Kenangan
Senin, 06 September 2021
Untaian RidhoMu
Allah, jadikan setiap harap agar tak berlebihan.
Agar setiap rasa selalu dalam kadarnya.
Dan agar setiap cinta tetap terbingkai dalam niatnya.
Pagi itu, aku memutuskan menghadiri tempat itu. tempat yang sudah lama ku jauhi. tempat cinta dan kecewa melebur dalam rintik. sudah sejak subuh aku mempersiapkan diri. menyiapkan pakaian yang indah untuk ku pakai, riasan yang cantik namun alami, juga tak lupa menyiapkan hati atas berbagai hal tak terduga yang mungkin akan terjadi.
aku mengunci ponselku, memasukkannya ke dalam ransel, kemudian bersiap pergi menuju gedung itu. tidak banyak yang aku harapkan saat itu. hanya sekedar ingin merajut kembali apa yang hampir terputus.
soal hati, aku sudah mengemasnya rapi. tidak lagi ingin membukanya untuk siapapun. entah sampai kapan.
pukul 8 pagi aku sudah tiba disana. baru ada beberapa orang yang datang. ada beberapa yang tak percaya kehadiranku. mungkin karena sudah terlalu lama menghilang ya....
aku menatap mereka satu persatu, mengucapkan salam kemudian memilih posisi duduk ternyaman, sebelum acara dimulai. tak banyak wajah yang aku kenal. karena semuanya memang sudah berubah dan berbeda.
aku ingat, terakhir kali aku berada dalam acara ini. senyuman dan kehangatan yang masih aku simpan rapi sampai saat ini. senyuman yang ternyata menjadi momen terakhir kalinya aku bisa merasai itu semua.
Sabtu, 19 Juni 2021
Kupu-kupu Cinta
Pertemuan ini menjadi suatu berarti
Dikala diri menepi, untuk warna warna hati.
Ruang ruang jiwa, hanya untuk maha kuasa.
Syair syair cinta, tercipta karena Dia.
Kupu-kupu cinta, terbanglah tinggi menuju jalanNya.
Hinggaplah engkau dibunga yang indah.
Terbang bersama hembus angin cinta.
Ya Ilahi Rabbi,
Tiada lain hanyalah namaMu.
Satukan cinta ini dalam bingkai, untaian RidhaMu.
Sigma - Kupu kupu cinta
Minggu, 30 Mei 2021
Tidak Perlu
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Aku sudah membaca semuanya dari wajahmu.
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Aku sudah mendengarnya melalui bisikan angin.
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Aku sudah mengetahuinya dari gemericik hujan.
Nyanyian cemara, dan senandung jalanan yang merindukan kebersamaan.
Tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku.
Karena aku sangat memahami diriku,
Seperti kamu memahami dirimu.
Tidak Perlu.
Cahaya Mata,
31 Mei 2021
Diantara
Diantara ragu dan yakin,
Aku melihat bayanganmu terbit dalam senyuman manis.
Diantara ragu dan yakin,
Aku melihat sosokmu dalam buaian mimpi indah dimalam hari.
Diantara ragu dan yakin,
Aku melihat dirimu hadir untuk meyakinkan raguku.
Diantara ragu dan yakin,
Aku menantimu datang, menghapus segala keraguan.
Mencipta jejak,
Menapak sayap.
Sakinah bersamamu.
Cahaya Mata,
31 Mei 2021
Senin, 24 Mei 2021
Mau Sampai Kapan?
Mau sampai kapan kita saling berdiam?
Membentangkan jarak dalam ruang abai....
Menepi pada ruang kosong bernama "prasangka"
Kita telah sama-sama ditikam detak.
Kita telah sama-sama dibungkam nada.
Mau sampai kapan kita saling berselisih?
Memerangi Ego yang tak juga lenyap dalam keimanan.
Menundukkan Api yang tak juga padam dalam hangatnya dekap.
Mau sampai kapan kita saling merasa benar?
Mengabaikan cermin diri yang seharusnya kita lihat setiap hari.
Melupakan jejak ingatan dalam indahnya kebersamaan.
Mau sampai Kapan?
Cahaya Mata,
25 Mei 2021
Rabu, 19 Mei 2021
Bismillah Cinta
Tak dapat lagi ku lukis rasa.
Ramadhan yang indah kini tlah tiba.
Bulan penuh berkah, rahmat dari Allah.
Meski dalam suasana berbeda.
Cobaan demi cobaan melanda.
Kita bersama namun tak lagi sama.
Jarak memisahkan, semua tlah berbatas.
Ini ujian bagi kita.
Bismillah cinta, percaya padaku percaya cinta.
Yakin kita bisa lalui semua.
Segala cobaan yang datang mendera.
Bismillah cinta.
Panjatkan doa pada yang kuasa.
Bersujud padaNya dengan air mata.
Insya Allah Ramadhan membawa hikmah.
Seluruh Cinta
Menatap kepergian dirimu.
Meratap menangis sedih tak tertahan.
Terbayang saat bersama, lewati masa terindah.
Saat kau memelukku, tuturkan cinta.
Kaulah seluruh cinta bagiku.
Yang selalu menentramkan perasaanku.
Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya.
Kau bagaikan nafas ditubuhku.
Yang selalu menghidupkan segala derapku.
Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita kan bersama.
Tak sanggup ku memikirnya lagi.
Habis separuh nyawaku tangisimu.
Tiada lagi bait terindah,
Terdengar merdu terucap.
Merayu menyanjungku, tenangkan jiwa
Kaulah seluruh cinta bagiku
Yang selalu menentramkan perasaanku.
Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya.
Kau bagaikan nafas ditubuhku.
Yang selalu menghidupkan segala derapku.
Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita bersama.
Karena cinta yang setulus cinta.
Tiada yang sanggup gantikan dirimu.
Tiada rasa seindah kasihmu.
Tiada yang mampu temani diriku.
Selasa, 27 April 2021
Andai Kita
Menyelami segalanya perlahan,
Sebelum akhirnya melebur dalam kepingan rintik.
Gugur dalan serpihan batu prasangka.
Dulu dan sekarang sudah menjadi masing-masing.
Bilakah mungkin bersinggungan,
Mungkin akan tercipta gempa juga badai dengan merasa saling benar.
Kita telah sama-sama ditikam perasaan, namun enggan saling bercermin.
Kita telah sama-sama lupa pada Erat dan Genggam
yang katanya kemarin menjadi slogan paling nyaring dalam Semesta Ukhuwah.
Ketika rindu ini diam-diam terbunuh cuaca.
Kita terhanyut dan memilih mati dalam keegoisan.
Andai kita mau saling mendengarkan,
Andai kita mau saling memahami lebih dalam.
Andai kita mau saling menatap lebih lama, bercengkrama lebih hangat, dan berangkulan lebih bijak.
Andai....
Senin, 12 April 2021
Kilas Balik
Memang banyak sekali yang berubah.
dan tidak sedikit pula yang berganti arah.
kemarin mengajari arti tentang keyakinan, kepercayaan, saling mendoakan,
saling memahami dan menghargai, serta mengutamakan tabayun atas setiap hal yang diketahui.
Semesta, skenarioMu ingin menunjuki ku sesuatu yang lebih berharga dari sekadar bersama.
Semesta, jalan takdirMu membuka mata hatiku untuk mempercayai apa yang sebenarnya.
bukan hanya dari segala yang terlihat benar.
Semesta, mungkin rindu ini keliru.
tapi ia punya tempat istimewa.
untuk merasa bahagia, seperti dulu....
Cinta yang diuji
Gemuruh mengguncang tautan cinta.
Berdesah hati remuk redamkan rasa.
Tatkala cinta diuji yang kuasa.
Dapatkah ku lalui semua coba.
Berkecamuk beribu rasa di dada.
Tuhan kuatkan ku dengan cinta.
Tak akan pernah sirna rasa cintaku.
Ku pertahankan hingga akhir hidupku.
Walau halangan ujian yang menerpa.
Telah memberi jarak pada kita.
Cinta yang diuji kan semakin indah.
Disaat semua terlalui sudah.
Kan bertambah dalam rasa cinta.
Bersama kita selami karuniaNya....
Kamis, 18 Februari 2021
Gelap
Cahaya,.
Aku mau bicara.
Bisakah beri aku sedikit petunjuk.
Tentang segala abu dan sembunyi.
Tentang segala benar dan keliru.
Cahaya,
Aku ingin mereka tau.
Bahwa gelap selalu punya titik terang.
Jika Allah berkehendak.
Cahaya,
Maafkan aku, atas apa apa yang aku tidak tau.
Atas segala sesuatu yang diluar kuasaku.
Cahaya,
Jika suatu hari nanti kabut juga rintik bertamu.
Bisiki aku, bahwa pelangi akan datang setelahnya.
Matari akan berpijak, berselimut sayang hangat.
Cahaya,
Jika keterdiaman ini menjadikan segalanya pudar.
Peluk aku, agar sinarmu senantiasa menjelaskan segala.
Cahaya Mata,
19 Februari 2021
Rabu, 04 November 2020
Firasat
Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu.
Desau angin meniupkan namamu.
Tubuhku terpaku semalam.
Bulan sabit melengkungkan senyummu.
Tabur bintang serupa kilau auramu.
Akupun sadari, ku segera berlari.
Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi...
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang, jangan pergi lagi.
Akhirnya bagai sungai yang mendambakan samudra...
Ku tau pasti kemana kan ku bermuara.
Semoga ada waktu sayangku...
Ku percaya alampun berbahasa.
Ada makna dibalik semua pertanda.
Firasat ini, rasa rindukah ataukah tanda bahaya.
Aku tak peduli.
Ku terus berlari.
Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi....
Dan lihatlah sayang, hujan turun membasahi..
Seolah ku berair mata...
Senin, 19 Oktober 2020
Sekeping hati
Sekeping hati dibawa berlari.
Jauh melalui jalanan sepi.
Jalan kebenaran indah terbentang.
Didepan matamu para pejuang.
Tapi jalan kebenaran, tak akan selamanya sunyi.
Ada ujian yang datang melanda.
Ada perangkap menunggu mangsa.
Akan kuatkah kaki yang melangkah, bila disapa duri yang menanti.
Akan kaburkah mata yang menatap, pada debu yang pasti kan hinggap.
Mengharap senang dalam berjuang, bagai merindu rembulan ditengah siang.
Jalannya tak seindah sentuhan mata.
Pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba.
Tapi jalan kebenaran, tak akan selamanya sunyi.
Ada ujian yang datang melanda.
Ada perangkap menunggu mangsa...
*Saujana*
Rabu, 07 Oktober 2020
Terima Kasih
Terima kasih ya...
Untuk selalu sabar, meski api menggulung hati...
Terima kasih ya...
Untuk tetap tulus, meski dusta mengkhianati diri....
Terima kasih ya...
Untuk selalu berjuang, saat yang lain meruntuh...
Terima kasih ya...
Untuk setiap maaf, meski nurani menuntun benci...
Terima kasih ya...
Untuk segala ikhlas, meski berkesempatan membalas...
Terima kasih ya...
Atas segala kuat, meski raga meringkih...
Dan berikanlah kabar gembira untuk orang-orang yang sabar ketika diberi ujian....
Minggu, 27 September 2020
Sketsa
Waktu bisu.
Kebenaran menjadi abu.
Tak taukah bahwa rindupun menjadi kelu?
Ada masa semua bersinar dan bertemu.
Ada kala semua meredup dan berseteru.
Semoga ada angin baik disetiap kalbu.
Menuntun segala rangkul dan mencipta senyummu.
Cahaya Mata, 28 September 2020
Jejak
Nadi Jiwa hentikan detaknya padamu.
Berotasi dalam lingkaran baru, SemestaNya.
Menyampaikan Rindu tanpa ruang temu.
Menjumpai Asa dalam ruang Kecewa.
Ini bukan kisah Senja.
Bukan juga tentang Hujan.
Aku menamainya Semesta,
Luas dan tak terhingga.
Mengitari semua senyum dan tangis tanpa bertanya mengapa.
Mungkin sudah tabiatnya seperti ini.
Menyimpan segalanya sendiri,
Untuk diceritakan suatu hari nanti.
Cahaya Mata, 28 September 2020
Selasa, 22 September 2020
Penawar Rindu
Angin sampaikan pesan ini
Biar rindu berbisik kepada hati
Dulu kasih indah berlayar menepi
Apakah bisa kembali bersenadi
Apakah ada cinta sempurna
Adakah hati yang tak bisa luka
Aku manusia berlumurkan dosa
Tak pantas bagiku melawan takdirNya
Berfatwa cinta hati bicara
Berdoa ku sebut nama Mu pemilik cinta
Izinkan aku merasakan indahnya dunia
Walau mataku tak dapat melihatnya
Bisakah sedetik menjadi aku
Menyelami rasa menggunung menanti mu
Walau bertangis mengasuh rasa tak kan mampu
Karena penawar rindu hanyalah dengan bertemu
Penawar Rindu - Sigma
Cahaya Mata, 22 September 2020
Penawar Rindu
Angin sampaikan pesan ini Biar rindu berbisik kepada hati Dulu kasih indah berlayar menepi Apakah bisa kembali bersenadi Apakah ada cinta se...
-
Ketika kita menjadi kata, Langit Abu. Senja bisu. Ketika kita menjadi kata, Senyum semu, Tawa lara. Ketika kita menjadi kata, Hatimu, Hatik...